Welcome....to Ana's little Journey

Blog EntrySeru Deru Pilih Laptop Jun 16, '08 6:45 AM
for everyone

Hmm,…ajang pameran komputer bener2 bikin orang mabuk kepayang. Sebagai pengidam laptop sejak beberapa tahun lalu, pameran komputer akbar 11-15 Juni lalu jadi momen penting buatku. Pasalnya, aku berhasil mewujudkan impianku memiliki benda kecil tapi cerdas itu.

Menyaksikan teman-teman dikantor punya laptop mini berlayar 7 inch merk Asus 4 GB, Rp 4 juta sekian, aku begitu tertarik dan terinspirasi untuk memilikinya juga. Mengingat aku begitu membutuhkan alat itu untuk menjembatani inspirasiku ke dalam tulisan. Dan yg paling penting lagi harganya murah, ukurannya pun kecil, jadi bisa mobile.

Tapi, ternyata tidak mudah, kawan. Meski harga murah, toh waktu itu aku tak mampu membelinya sama sekali.  Tabunganku sendiri tidak cukup. Akhirnya aku menunggu masa itu tiba. Aku kumpulkan tabungan sedikit demi sedikit demi mencapai impianku itu. Mulai menabung hingga usaha pinjam ke koperasi.

Dan pada pameran bulan April lalu, aku belum bisa membelinya juga. Pertama karena tabungan juga belum cukup, kedua, karena aku mendengar informasi akan ada pameran komputer yang lebih heboh dengan teknologi yang lebih canggih di bulan Juni. Akhirnya aku menunggu momen itu tiba. Dan, aku hanya gigit jari menyaksikan salah seorang teman membeli laptop TOSHIBA seharga 6 juta. Hmm, merk keren tapi harga murah. ”Yah insya Allah aku akan beli laptop impianku bulan Juni nanti, ” pikirku saat itu.  

Seorang sahabat dekatku menyarankan lebih baik membeli laptop yang bagus speknya meski harga sedikit tinggi. Dia bertanya, mau laptop yang kecil atau yang bagus? Aku bisa menangkap pertanyaannya itu (maksudnya, laptop kecil dengan spek biasa dan harga murah itu bukan termasuk laptop yang bagus kualitasnya). Tapi waktu itu aku kekeuh dan  bilang ke sahabatku itu, aku ingin laptop yang kecil. Jawabanku ini berdasarkan keinginanku semula bahwa aku ingin laptop yang simple buat mobile.

Akhirnya moment itu tiba, pada 11-15 Juni. Aku jajaki dan tanya setiap sudut pameran. Dan aku terpesona dengan berbagai tawaran laptop, dari berbagai merk dan spek.  Hmm, tapi aku balikkan lagi ke niat semula. Aku ingin laptop yang simple, ukuran kecil tapi harga murah dan spek lumayan. Ternyata di pameran itu, banyak ketemui laptop sesuai yang kuharapkan, Asus layar 7 inch, harga 3-4 juta, hanya saja prosessor type celeron. Bahkan sahabatku tadi juga sempat memberi informasi, kalau di Point Square juga ada type tersebut dengan harga murah, Rp 3,75 merk Asus dan 3, 3 merk Axioo. Nah lho...
Ada tawaran yang lebih menggiurkan....

Ternyata, ???!!

Setelah keliling-keliling tanya sana tanya sini, aku malah ga konsisten. Pasalnya, dari hasil keliling2 itu, aku banyak mendapat masukan. Selain mendapat masukan dari para penjaga stand tentang type dan merk2 masing2, aku juga jadi tahu ternyata type yang kuinginkan itu belum tentu spek dan kualitasnya bagus juga belum tentu tahan lama, meskipun harganya lebih murah. Dan, akhirnya, disitulah aku baru sadar dan saran sahabatku itu terbukti, kalau memilih laptop itu lebih baik yang bagus sekalian. Meskipun harganya lebih mahal sedikit. Tapi untuk kualitas jangka panjang, tak jadi soal. Akhirnya, dimoment terakhir aku bingung dan hampir memutuskan untuk tidak memilih sama sekali, aku memberanikan diri memilih dengan pertimbangan : spek bagus, merk kualitas internasional, dan ukuran tetap kecil dan ringan juga harga tidak terlalu mahal. Jatuhlah pilihan pada Acer intel dual core, RAM 512, 160 HDD, Rp 7,1 Juta! Pilihan ku itu dengan konsekuensi mengalahkan keinginan mendapat bonus ini itu (printer, speaker dan flashdisk) dari merk2 lokal seperti Axioo, A note dll.

Hmm.. dari memilih laptop ini, sepertinya juga jadi gambaran kasar bagaimana memilih pasangan hidup. Artinya, jangan hanya  karena body dan harga murah, kita langsung memutuskan untuk memilihnya tanpa mempertimbangkan kualitas. Jangan hanya melihat tampang dan penampilan, kita langsung jatuh cinta dan memutuskan kalau dialah pasangan hidup yang kita inginkan. Ternyata, kualitas (agama dan visi jangka panjang hidup berumahtangga) juga perlu dipertimbangkan. Demi keutuhan hidup di masa depan tentunya.

Pondok pinang, 16 Juni 2008


11 CommentsChronological   Reverse   Threaded
raviantara wrote on Jun 16
kok arahnya jadi ke pasangan hidup yah???? hehehe.....
cahayahidayah wrote on Jun 16
wah tanggung banget harganya tuch...tambah 600 ribu lagi dapat spek yang lebih canggih...core 2 duo,memory 1 Giga 667 Mhz,bluetooth & windows vista home premium...
nurhablisyah wrote on Jun 16
hahaha, yang jelas gini mba, harga engga boong. Tapi aku gak percaya memilih laptop sama dengan memilih calon pasangan. Bukan berarti pasangan yang "harganya murah" bukan gak berkualitas. Pokoknya gak setuju memilih laptop sama dengan memilih jodoh. Laptop ya Laptop. Saran aku, sesuaikan dengan kebutuhan, kalo emang cuma buat nulis, yang murah ya gak apa-apa. Kecuali buat ngedit foto dan lain-lain. Yang jelas beli laptop harus bisa menghasilkan laptop lagi, alias harus menghasilkan. Tks. Go Girl!
amabgt wrote on Jun 17
Setuju mbak Lisya. Aku sependapat dengan mbak Lisya, milih laptop ga sama dengan memilih pasangan hidup. Prinsipnya jelas beda. Kalau kita ngotot pengen yang ideal banget, malah jadi susah. Yang ada mentok ga dapet-dapet pasangan hidup yang cocok.

Berkaitan dengan spek laptop, urusan tahan atau ngga jangka panjang ya tergantung bagaimana kita merawatnya aja. Sebagai pemilik Asus EEEPc, aku merasa cukup dengannya. Karena kebutuhan aku. Untuk menulis. Bukan buat foto, dvd, atau yang lainnya. Dan harganya ga beda dikit lagi mbak, tapi beda jauh 3,3 juta bow beda harganya, Ya iyalah mbak Ana dapet laptop yang oke. He..he...he. Ya intinya semoga bermanfaat deh laptop barunya ya mbak....
nishi30 wrote on Jun 17
huehehee...mba lagi asik2 baca tentang lapto kok tiba-tiba ke pasangan hidup. Menurutku beda baget antara memilih pasangan hidup dengan laptop. Dan kalimat, "jadi gambaran kasar memilih pasangan hidup....," emang benar2 gambaran yang sangat kasar.
Sekilas, memilih pasangan dengan kualitas yang kudu bagus "spec" nya kalau di analogikan dengan memilih laptop berarti :
1. Laptop dengan spec tinggi berarti kualitas bagus dan harga mahal.
2. Merk Int'l dan sudah teruji kualitasnya bertahun-tahun memang jadi jaminan tahan lama dan berkualitas.

Kalau begitu, misal kita memilih pasangan, cari yang berkualitas Int'l dan spec-nya tinggi. Tapi kan kita juga harus lihat kualitas diri kita. Apakah kita sudah se "standar itu"???
So, beda kan mba antara memilih laptop dan pasangan hidup. Antara barang kebutuhan sehari-hari dengan pasangan hidiup.
Hehehe
aliviarusiana wrote on Jun 17
heheheheee.... mba' ana.. mba' ana... lucu juga, mau nulis tentang pasangan hidup, tapi lead-nya masalah pilah-pilih laptop. haahahahaa.... duuhh..jadi ngerasa kesindir nii..aku kan awal kenal si dia karena ngeliat tampangnya , baru setelah kenal.. jadi sayang deh.. hahahaaaa.... pokoknya.. menurut ku... laptop adalah laptop... jodoh adalah jodoh.... Hidup Laptop..Hidup Jodoh,,.. hahhaahaaa Pisss mba'...
ana165 wrote on Jun 17
hehe...jadi pada protes gitu bo...oke deh...tapi sm sekali ga ada maksud buat ngejatuhin laptop siapapun kok...sorry kl ada yg tersinggung ya....hidup laptop ..hidup jodoh
amabgt wrote on Jun 17
Duh..duh..duh...bukan gitu kali mbak. Yang kukomentari itu lebih pada perbedaan antara memilih laptop dengan memilih pasangan hidup. laptop adalah laptop, jodoh adalah jodoh...gitu aja seh....Ya berhubung mbak Ana udah dapat laptop, semoga segera dipertemukan dengan jodohnya deh. Pasangan hidup yang sesuai dengan yang mbak Ana harapkan. Amiiiiiinnn.... :-)
idasw wrote on Jul 2
aku setuju Ana...ada kesamaan cari jodoh dan cari laptop: dibutuhkan niat dan keseriusan untuk mendapatkannya, so jangan cepet putus asa. Kedua, jangan terlalu pilih2 krn ga ada sesuatu yg sempurna, semuanya sesuai selera kita: bagus, kuat, handal, awet, canggih, keren dan murah. Karena terlalu pilih2 bisa pusing sendiri kan?!, Ana aja hampir mo batalin beli laptop, ya kan.....boleh ga setuju...he..he..
ana165 wrote on Jul 3
Yup bener teh...jgn cepet putus asa jg jgn terlalu milih2...ayooo dont give up Ana! (lho motivasiin diri sendiri??!!)
shabrinahouse wrote on Jul 4
Hihihi... kalo aku sih dari yang diungkapkan Ana ya ada persamaan dan ada perbedaan... tergantung darimana cara memandangnya... halah, hehehe... semangat yaa Ana ! ^o^
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help

Template design - Copyright © 2005 sonnenvogel.com All rights reserved.