| Category: | Books |
| Genre: | Literature & Fiction |
| Author: | Habiburrahman El Shirazy |
Pasti! Buku yang sudah lama ditunggu-tunggu ini langsung habis di pasaran! Buktinya, ketika aku membeli buku itu di pameran Book Fair pertengahan November lalu, di hari terakhir pameran, buku ini langsung terjual habis.
Tak sabar, aku langsuing memanfaatkan waktu senggang untuk membaca buku karangan Habiburrahman el Shirazy ini. Saking tertariknya, aku mampu menyelesaikan buku itu. selama satu hari penuh
Sebenarnya, bahasanya biasa-biasa saja. Namun, alur ceritanya yang membahas tentang cinta mampu menyedot begitu banyak perhatian khususnya kaum muda. Buku yang episode pertamanya sukses terjual habis di pasaran tahun lalu, bakal mendulang kesuksesan yang sama. Pasalnya banyak yang sudah menunggu kehadiran KCB 2 ini.
Ceritanya tentang kelanjutan rencana Furqon meminang Anna Althafunnisa, wanita cantik, cerdas dan sholihah pujaan banyak lelaki. Meski Furqon divonis mengidap HIV, ia tetap nekad meminang Anna sebagai istrinya. Hal itu karena cintanya yang mendalam terhadap Anna. Disamping itu, Khoirul Azzam yang pulang ke tanah air turut diserbu wartawan karena pulang bersama artis dan anak duta besar, Miss Eliana. Alhasil, wajahnya muncul di televisi dan ia digosipi sebagai pacar Eliana. Azzam tak ambil pusing, karena ia tahu itu cuma akal-akalan Eliana.
Selanjutnya, cerita mengalir kepada usaha Azzam dalam mencari jodoh . Mengetahui Anna, pujaan hatinya sejak di Kairo, sudah dilamar oleh temannya Furqon, Azzam mengalah mencari wanita lain. Mulai dari teman adiknya, Ayatul Husna, hingga ke santri dari pesantren tempat Kyai Lutfi (Bapaknya Anna).
Namun, usaha Azzam tak kunjung berhasil. Ketika dia setuju untuk meminang salah seorang wanita tersebut, ibunya tidak setuju. Tetapi usaha Azzam akhirnya berhasil juga. Ia dan ibunya setuju dengan pilihan dari ustad Mahbub. Namanya Vivi, seorang dokter lulusan UI. Vivipun menerima lamaran Azzam. Selanjutnya mereka bertunangan.
Suatu hari, bagai disambar geledek, Furqon memberanikan diri berterus terang kepada Anna. Ia tak tega bertahan selama 6 bulan untuk tidak menyentuh Anna, istrinya, karena tak ingin menyakiti Anna menularkan virus HIV. Klimaks cerita ada di bagian ini. Anna marah dan minta diceraikan saat itu juga. Anna menangis dan memberitahukan orangtuanya bahwa statusnya kini sebagai janda, karena ia telah bercerai dari Furqon. Cerita berakhir pada kecelakaan yang menimpa Azzam yang menyebabkan pertunangan dengan Vivi batal. Akhirnya, mengutip kata pepatah, “kalau jodoh tak kemana”. Anna berjodoh juga dengan Azzam. Mereka hidup bersama dan bahagia.
Intinya, alur cerita cukup menarik untuk dibaca. KCB tak jauh berbeda dari Ayat-Ayat Cinta (AAC), novel Kang Abik sebelumnya. Mengambil seting Mesir (di KCB 1) dengan tokoh sempurna di diri Khoirul Azzam. (meski hanya berjualan bakso, namun ia didolakan banyak wanita). Bedanya, pada AAC tidak ada pesaing seperti dalam KCB. Di KCB, tokoh Furqon turut meramaikan isi cerita.